ABJ Masih 85 persen Pemkab Bantul Galakkan Gertak PSN – TIMES Indonesia

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi langkah paling efektif Pemkab Bantul untuk mencegah munculnya kasus deman berdarah. Sebab dapat memutus siklus pertumbuhan nyamuk.

Bupati Bantul Suharsono menyampaikan pernyataan ini saat memimpin gerakan serentak (gertak) PSN Jum’at (14/2/2020) di dusun Pasutan Trirenggo Bantul.

Gerakan serentak ini perlu dilakukan menyusul mulai munculnya kasus demam berdarah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bantul di dusun Pasutan saja hingga saat ini sudah terdapat 6 kasus demam berdarah. Sedangkan untuk kabupaten Bantul sudah terdapat 160 kasus. 

Suharsono menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan Gertak PSN di lingkungan masing-masing. Mengingat cuaca dengan kelembaban tinggi seperti saat ini sangat ideal untuk perkembangan nyamuk. Sehingga dapat menekan kasus demam berdarah.   

“Peran serta seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci sukses mencegah munculnya kasus demam berdarah,” jelas Suharsono.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo yang mendampingi Bupati  Bantul Suharsono menjelaskan berdasarkan analisa tahun 2020 merupakan siklus tahunan demam berdarah. Sehingga berpotensi terjadi ledakan kasus demam berdarah seperti tahun 2016 yang mencapai lebih dari 2000 kasus. 

Selain PSN, pencegahan demam berdarah juga dilakukan dengan pemberian abate. Dinkes Pemkab Bantul menyediakan abate gratis bagi warga masyarakat. Abate digunakan untuk memberantas jentik-jentik nyamuk di sumur dan kamar mandi. Sebab Angka Bebas Jentik (ABJ) menjadi salah satu indikator penurunan kasus demam berdarah. “Berdasarkan hasil pengecekan terakhir ABJ di Bantul masih berada di angka 85 persen. Masih jauh dibawah target 95 persen,” ungkap mantan wakil direktur RSUD Panembahan Senopati ini. (*)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Zitub.com 2020