Ahli Biologi Sebut Corona Dibawa ke Pasar Wuhan oleh Manusia, Bukannya Hewan – BatamClick.com

BATAMCLICK.COM, Klaim China yang menyebut pandemi COVID-19 bercokol dari pasar hewan liar di Wuhan memang telah memicu banyak ilmuwan untuk mengadakan investigasi lebih lanjut.

Namun, teori yang awalnya mengatakan virus COVID-19, SARS-CoV-2 berasal dari transmisi hewan di pasar Wuhan tampaknya perlahan mulai dibantah oleh studi terbaru dari tim ilmuwan gabungan dari universitas Amerika Serikat (AS) serta Kanada. Studi teranyar pun menunjukkan bagaimana virus corona yang dibawa ke pasar hewan Wuhan justru berasal dari seseorang yang sudah terinfeksi penyakit COVID-19.

Sementara studi terbaru tentang transmisi virus ini dipelopori oleh ahli biologi molekuler Yujia Alina Chan dan Benjamin Deberman dari Broad Institute Of MIT And Harvard, AS serta ahli biologi evolusi Shing Hei Zhan dari College of British Columbia, Kanada.

“Knowledge genetik yang tersedia untuk umum tidak menunjukkan penularan lintas spesies virus,” tegas tim ilmuwan seperti dilansir oleh NZ Herald pada Minggu (17/5).

Namun, di balik keberhasilannya menemukan transmisi sejati di pasar Wuhan, para ilmuwan justru mengaku sangat terkejut lantaran virus corona ternyata ‘sudah beradaptasi dengan proses transmisi manusia’.

Tim lantas mengambil perbandingan tentang bagaimana virus corona berevolusi ketika wabah SARS terjadi dan saat pandemi COVID-19 menyerang seperti sekarang ini. Dari sinilah, tim kemudian mengetahui bahwa virus SARS-CoV-2 benar-benar menyerupai virus SARS-CoV (virus penyebab SARS) pada akhir epidemi 2003 silam.

“Kami terkejut (karena) menemukan (fakta) bahwa SARS-CoV-2 menyerupai SARS-CoV pada fase akhir epidemi 2003, yaitu setelah SARS-CoV berhasil mengembangkan beberapa adaptasi yang menguntungkan untuk transmisi manusia. Pengamatan kami menunjukkan bahwa pada saat SARS-CoV-2 pertama kali terdeteksi pada akhir 2019, sudah disesuaikan dengan transmisi manusia ke tingkat yang mirip dengan epidemi akhir SARS-CoV,”  tambah ketiga peneliti seperti dilansir oleh Metro Information.

“Namun, tidak ada prekursor atau cabang evolusi terdeteksi yang berasal dari virus mirip SARS-CoV-2 dan yang kurang beradaptasi dengan manusia,” papar tim itu lagi.

Bloomberg

Karena hasil studi inilah, para ilmuwan menegaskan bahwa semua rute penularan ‘zoonosis’ (hewan ke manusia) harus ditinjau lagi. Pasalnya, seperti diketahui, selama ini, rute transmisi diyakini oleh banyak ilmuwan bersumber dari kelelawar.

“Kemungkinan bahwa prekursor yang direkayasa secara non-genetika dapat beradaptasi dengan manusia dan saat sedang dipelajari di laboratorium harus dipertimbangkan,” lanjut para peneliti.

Meski begitu, makalah yang berjudul ‘SARS-CoV-2 Diadaptasi Dengan Baik Oleh Manusia’ yang ditulis oleh ketiga ilmuwan tersebut diketahui belum ditinjau pakar lain alias ‘non peer-reviewed’.

Terlepas dari tinjauan rekan sejawat, studi terbaru transmisi ini jelas makin menambah panjang daftar tuntutan yang tengah berkembang terkait dengan investigasi internasional asal-usul virus COVID-19.

“Kita perlu membahas banyak hal dalam kaitannya dengan COVID-19. Kita perlu tahu di mana virus ini dimulai, mengapa kita diberi tahu bahwa kala itu tidak ada penularan manusia, dan apa peran Partai Komunis China,” ucap salah satu anggota parlemen Britania Raya, Tory Bob Seely.

Pun, makalah yang diterbitkan di biorxiv.org ini juga menyimpulkan bahwa masih ada perdebatan di kalangan komunitas ilmiah, serta masyarakat luas, mengenai apakah virus corona berasal dari pasar Wuhan.

“Kemunculan tiba-tiba dari SARS-CoV-2 yang sangat menular menghadirkan penyebab utama kekhawatiran yang harus memotivasi upaya internasional yang lebih kuat untuk mengidentifikasi sumber dan mencegah kemunculan kembali dalam waktu dekat,” tulis tim peneliti.

Seperti diketahui, situs net pengendalian penyakit China, sempat mengklaim bahwa sumber pertama  terdeteksi dalam sampel yang diambil dari pasar basah dan berasal dari hewan yang dijual di Wuhan.[]

Sumber; akurat.co

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X