Apple Buat Kebijakan Baru untuk Lindungi Pegawai dari COVID-19 – Dunia Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta – Apple  meneribtkan kebijakan baru dengan menutup semua tokonya di luar Cina sampai 27 Maret 2020 sebagai upaya untuk memperlambat penyebaran virus corona atau COVID-19. CEO Apple, Tim Cook, mengatakan pihaknya telah mempelajari langkah-langkah yang diambil di Cina.      

Menurut Cook, angka pasien baru yang terjangkit virus corona terus bertambah di berbagai tempat sehingga pihaknya akan mengambil langkah-langkah demi melindungi pegawai dan konsumen. Namun toko online Apple akan tetap buka, dimana pegawai jika memungkinkan bisa bekerja dari rumah.

Apple telah memperpanjang kebijakan demi bisa mengakomodasi pegawai atau menjaga kesehatan keluarga akibat virus corona atau COVID-19, termasuk agar pegawai Apple bisa merawat keluarga yang sakit, menjalani kewajiban karantina bagi mereka yang harus menjalaninya atau merawat anak karena sekolah banyak diliburkan. 

“Salah satu pelajaran yang kami pelajari adalah cara paling efektif untuk meminimalkan penyebaran virus corona adalah mengurangi acara pertemuan yang diikuti banyak orang dan menjaga jarak saat bertemu orang,” kata Cook, seperti dikutip dari ndtv.com.

CEO Tim Cook memperkenalkan iPhone 11 Pro baru di kantor pusat mereka di Cupertino, California, AS 10 September 2019. Selain dua lensa wide angle dan ultra wide angle, iPhone 11 Pro dan Pro Max juga dibekali satu lensa telephoto. REUTERS/Stephen Lam 

Apple yang berkantor pusat di California, Amerika Serikat, memiliki sekitar 500 toko yang tersebar di 24 negara di dunia. Walau toko ditutup, Cook meyakinkan para pegawai akan dibayar dengan gaji utuh. 

“Penyebaran COVID-19 secara global telah berdampak pada kita semua,” kata Cook. 

Apple mendonasikan sekitar US$ 15 juta atau Rp 219 miliar untuk membantu memerangi penyebaran virus corona. Sebanyak 42 toko Apple di penjuru Cina sudah dibuka kembali setelah ditutup sejak 1 Februari 2020 menyusul penyebaran COVID-19 di Negara Tirai Bambu itu. Pembukaan toko Appel di Cina dilakukan secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Karantina massal di Cina telah memaksa sejumlah pabrik menangguhkan operasionalnya dan toko-toko banyak yang tutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Zitub.com 2020