AS Ciptakan Alat Pembasmi Corona yang Bertahan di Pesawat – CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia —
Virus Corona Novel (2019-nCoV) dikabarkan bisa bertahan hingga 28 hari di 
pesawat dengan tingkat kelembapan rendah. Tanpa virus corona, permukaan di kabin pesawat juga mengandung berbagai bakteri.

Untuk melawan wabah corona, seperti dilansir dari Business Wire, perusahaan Dimer asal Amerika Serikat menciptakan alat yang disinfektan dengan menggunakan sinar ultraviolet-C (UVC). Alat yang dinamakan GermFalcon akan memancarkan sinar UVC untuk membunuh virus dan bakteri.

GermFalcon kurang lebih terlihat seperti troli makan yang biasa digunakan dalam penerbangan komersial. Alat ini memancarkan sinar UVC yang bisa mensterilkan ruang sekitar.

Dilansir dari Lonelyplanet, UVC digunakan di rumah sakit dan tempat kesehatan lainnya untuk mendisinfeksi air, udara, dan permukaan. GermFalcon menggunakan UVC saat didorong ke lorong kabin, dapur kapal, hingga ruang lainnya di kapal.

[Gambas:Video CNN]

“Ancaman virus corona yang menginfeksi penumpang di pesawat adalah salah satu yang harus kita segera singkirkan. Ini adalah virus berbahaya yang telah merenggut nyawa. GermFalcon adalah respons yang cepat dan efektif untuk ancaman ini,” kata Co-Founder Dimer, Elliot Kreitenberg.

Proses disinfeksi pesawat terbang memang sulit, terutama yang memiliki kursi berbahan kain. Bahkan kursi kulit yang telah disifenksi semakin sulit dibersihkan dengan keberadaan kantong hingga celah.

Penumpang paling sering menjamah celah maupun dengan jari-jari kotor. Hal ini akan menyulitkan konsep maskapai penerbangan yang ingin mengurangi waktu pesawat di darat dan menambah waktu pesawat di udara. Sebab, maskapai harus menghabiskan banyak waktu di darat untuk membersihkan pesawat.

[Gambas:Youtube]

(jnp/DAL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Zitub.com 2020