Inilah Wajah Virus Corona COVID-19 – Tempo

TEMPO.CO, Jakarta -Gambar-gambar dari wabah virus corona baru COVID-19 sejauh ini sangat manusiawi: pelancong udara mengenakan topeng, wisatawan terdampar di kapal pesiar, pekerja medis mengenakan pakaian pelindung.

Tetapi gambar baru dari virus itu menunjukkan kepada kita seperti apa bentuknya dari dekat.

Gambar-gambar ini dibuat menggunakan pemindaian dan transmisi elektron mikroskop di National Rocky Institute of Allergy and Infectious Diseases’Laboratories di Hamilton, Montana. NIAID adalah bagian dari National Institutes of Health.

Emmie de Wit, Kepala Unit Patogenesis Molekuler NIAID, menyediakan sampel virus itu. Elizabeth Fischer, ahli mikroskop, menghasilkan gambar-gambar itu, dan kantor seni visual medis laboratorium mewarnai gambar-gambar itu secara digital.

NIAID mencatat bahwa gambar tampak agak mirip dengan virus corona MERS-CoV sebelumnya (virus corona sindrom pernapasan Timur Tengah, yang muncul pada 2012) dan SARS-CoV asli (virus corona sindrom pernafasan akut, yang muncul pada 2002).

“Itu tidak mengejutkan: Paku pada permukaan virus corona memberi nama keluarga virus ini – corona, yang merupakan bahasa Latin untuk ‘mahkota’, dan sebagian besar virus corona akan memiliki penampilan seperti mahkota,” lembaga itu menjelaskan dalam sebuah posting blog. 

Sejauh ini ada lebih dari 47.000 kasus yang dikonfirmasi laboratorium dan lebih dari 1.300 kematian. Kasus ini telah didokumentasikan di 25 negara, tetapi sebagian besar di Cina.

Provinsi Hubei Cina memperluas kriteria untuk mengidentifikasi kasus virus corona baru pada hari Kamis, yang menyebabkan lonjakan besar dalam kasus yang dilaporkan di sana. Provinsi  itu menambahkan kategori baru ke dalam pelaporannya: “kasus klinis.”

Itu berarti pasien akan dihitung jika mereka menunjukkan semua gejala – yang meliputi demam, batuk dan sesak napas – tetapi belum dites atau diuji negatif untuk virus itu sendiri.

Lonjakan yang tiba-tiba itu, yang disebabkan oleh perubahan dalam pelaporan, dapat mempersulit upaya untuk melacak perkembangan penyakit itu di Cina.

NPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Zitub.com 2020